loading...
Memandang keindahan bulan apalagi saat anda dengan keluarga tercinta
disaat liburan adalah merupakan moment yang tidak terlupakan. Dengan
sinar cahayanya yang redup, seolah olah bagai seorang bidadari menatap
dengan senyuman terhadap kita. Namun apa jadinya jika saat memandang
keindahan ciptaan Tuhan ini, tiba tiba keindahannya berubah menjadi aneh
bahkan mengerikan? apakah yang sedang terjadi pada bulan? mengapa dia
berubah warna? Beberapa pendapat menyerukan bahwa perubahan warna bulan
ini akan disertai kiamat bumi dan hal hal mengerikan lainnya. Namun di
mata ilmuwan hal ini adalah fenomena alam biasa. Disini kami mencoba
mengulas penjelasan ilmiah mengapa warna bulan bisa berubah.
Baca juga artikel terkait lainnya yang tak kalah unik dan seru berikut ini :- Kehidupan Keluarga Yang Tidak Lazim
- Benda Ini Tidak Bisa Dipindahkan Dengan Cara Apapun
- Inilah Cara Lucu Deteksi Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG
- Astaghfirullah, Inilah 26 Dosa Istri Terhadap Suami, Nomor 17 Sering Di Lakukan
- Mengaku Dirinya Adalah Tuhan
Fenomena Bulan Berwarna Biru
Sahabat anehdidunia.com fenomena bulan biru
yang ramai dibicarakan beberapa hari yang lalu yang terjadi pada Jumat
31-7-2015, bukanlah bulan yang berubah warna menjadi biru melainkan
bulan yang berarti purnama kedua dalam bulan yang sama. Fenomena itu
terjadi dalam periode 2,5 tahun sekali. Setelah tahun ini, bulan biru
seperti nanti malam baru akan terjadi lagi pada tahun 2018. Namun
sahabat anehdidunia.com yang akan kita bahas adalah warna bulan aneh
yang berwarna biru. Pernakah terjadi didunia? Sejarah mencatat, bulan
biru bukan hanya kiasan tetapi kenyataan. Dari pengamatan di Indonesia,
bulan yang berwarna kebiruan pernah terjadi pada 9 Desember 1992.
Fenomena itu terkait letusan Gunung Pinatubo di Filipina pada tahun yang
sama.
Bulan yang kebiruan itu muncul bukan saat purnama, melainkan gerhana.
Beberapa bagian bulan berwarna kebiruan sementara lainnya tetap
kemerahan. Penelitian Richard Keen, peneliti dari University of Colorado
di Amerika Serikat, adanya partikel letusan yang menghamburkan cahaya
Matahari yang dipantulkan Bulan sehingga warnanya biru. Laporan Badan
Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga mengungkap bahwa
bulan yang kebiruan juga pernah terjadi beberapa saat setelah letusan
Krakatau tahun 1883. Bukan cuma saat gerhana, bulan berwarna kebiruan
sepanjang waktu apapun fasenya. Itu karena partikel debu Krakatau yang
menghamburkan cahaya.
Bulan Biru juga terjadi setelah letusan Gunung St. Helen pada 1980 dan
Gunung El Chicon di Meksiko tahun 1983. Terakhir, bulan yang berwarna
kebiruan berhasil diabadikan oleh astronom amatir Ma'rudin Sudibyo lewat
pengamatan dari Gombong, Jawa Tengah. Fenomena bulan yang berwarna
kebiruan itu terjadi saat gerhana bulan total 10 Desember 2011. Warna
kebiruan terlihat lewat pengamatan teleskop pada fase totalitas. Warna
kebiruan terobservasi lewat pengamatan dengan dua teleskop yang berbeda
tetapi hanya terlihat di Gombong. Setahun sebelum peristiwa itu, Merapi
meletus dahsyat. Namun, Ma'rufin menduga bahwa warna kebiruan itu bukan
dampak letusan gunung tetapi karena hamburan ozon.
Fenomena Blood Moon Atau Bulan Merah
Dengan penampakan yang walaupun sekilas agak menyeramkan namun fenomena blood moon atau bulan darah
merupakan fenomena alam yang kerap terjadi dan sudah berlangsung sejak
zaman dahulu. Dinamakan fenomena blood moon sebab warna merah darah yang
dipancarkan oleh bulan terlihat seperti genangan darah. Namun sebelum
melangkah kepenjelasan fenomena blood moon kita cari tahu terlebih
dahulu mengenai gerhana bulan total. Gerhana bulan terjadi saat posisi
matahari, bumi dan bulan berada pada satu kedudukan sejajar sehingga
bias cahaya matahari yang seharusnya mengenai permukaan bulan dan
membuat bulan bercahaya putih agak kekuningan dihalangi oleh bayangan
bumi sehingga peristiwa inilah yang menyebabkan penampakan bulan menjadi
berwarna oranye kemerahan sampai berwarna merah darah.
Kenyataannya warna merah darah pada fenomena blood moon terjadi bukan
pada permukaan bulan yang menjadi warna merah namun warna merah ini
terjadi disebabkan oleh adanya bayangan bumi yang menutupi bulan dan
pada saat yang bersamaan cahaya matahari mengalami pembiasan sehingga
kejadian inilah yang membuat kesan kemerahan pada bulan tidak hanya itu
warna merah darah pada fenomena blood moon juga disebabkan adanya
pantulan atmosfer bumi yang terdiri dari lapisan udara berdebu layaknya
asap. Kepekatan warna merah darah yang terjadi pada fenomena blood moon
juga dipengaruhi oleh ketebalan lapisan debu pada atmosfer bumi itu
artinya semakin tebal lapisan debu yang ada pada atmosfer bumi
menyebabkan warna bulan pun akan semakin merah, Seperti fenomena blood
moon yang terjadi pada tanggal 3 Maret 2007 silam.
Selama terjadi fenomena blood moon ini terdapat cincin yang melingkar
menggelilingi Bumi terjadi karena adanya atmosfer yang dapat meneruskan
cahaya Matahari dan dapat diserap dan dibiaskan oleh permukaan bumi hal
ini terjadi sebab cahaya Matahari memiliki rentangan frekuensi yang
berbeda beda. Cahaya yang berwarna warna merah menandakan frekuensi
cahaya yang paling sedikit diserap oleh Bumi tersebut memasuki atmosfer,
cahaya ini kemudian dibiaskan menuju permukaan Bumi, dan cahaya yang
sampai pada permukaan bumi dibiaskan kembali saat keluar dari permukaan
Bumi yang lain sampai menuju menuju Bulan ketika Gerhana Bulan Total
sedang terjadi. Kondisi pada atmosfer ketika terjadinya gerhana bulan
mengandung debu, kelembaban udara, suhu, dan lainnya juga mempengaruhi
warna yang terjadi pada permukaan Bulan, yaitu merah bata hingga merah
gelap.
Fenomena blood moon ini juga bisa terjadi ketika ada bencana gunung
meletus, ini terjadi dikarenakan letusan gunung berapi membawa partikel
debu yang membumbung sangat tinggi di udara dan masuk kedalam atmosfer
bumi, karena lapisan debu pada bencana gunung meletus sangat tebal maka
dapat mengakibatkan terjadinya fenomena blood moon. Banyak masyarakat
dunia yang menyangkutpautkan fenomena blood moon ini dengan hal hal
religius maupun mistis. Sebagian dari masyarakat ketakutan dengan adanya
kemunculan fenomena blood moon ini sebab disangkutkan dengan pertanda
akan adanya bencana besar atau kejadian amat hebat dilingkungannya.
Baik maupun buruknya penalaran masyarakat terhadap fenomena ini dimana
beberapa orang mempercayai bahwa fenomena alam ini akan menjadi pertanda
kiamat bumi, tidak tergantung pada fenomena alam yang terjadi. Kiamat
atau tidaknya bumi tergantung pada umat di dunia dan kedekatannya pada
Tuhan. Semakin sayang anda pada sesama, semakin sayang anda pada buni
dan semakin dekat anda pada Tuhan akan mempernjang usia bumi. Semoga
penjelasan ilmiah warna bulan berubah ini memberikan anda wawasan yang
postif.
Aneh Unik
Berita Aneh dan Unik Di Dunia
loading...