loading...
Kiamat adalah hari terakhir kehidupan di bumi digambarkan
sebagai musnahnya kehidupan alam dan bumi membunuh semua mahluk di
dalamnya tanpa terkecuali. kejadian yang sungguh menakutkan kita.
Sahabat anehdidunia.com mungkin anda pernah mendengar kalendar yang
dibuat oleh suku maya yang memperediksi kiamat datang pada tahun 2012.
Namun semua itu salah. Selain suku maya, sejumlah teks kitab suci
menyebutkan sejumlah pertanda kapan kiamat akan terjadi. Sebagian orang
yang meyakini kitab suci hanya bisa mengimani kabar dari wahyu Tuhan
yang diturunkan kepada nabi itu. Sejumlah ilmuwan selama ini berusaha
memprediksi kapan kiamat akan terjadi. Beberapa aliran kepercayaan dari
sejumlah kelompok manusia di berbagai belahan dunia juga memprediksi
kapan kiamat akan datang. Berikut Tanda Hari Kiamat Bumi selain suara terompet sangkakala yang terekam kamera.
Baca juga artikel terkait lainnya yang tak kalah unik dan seru berikut ini :- Kehidupan Keluarga Yang Tidak Lazim
- Benda Ini Tidak Bisa Dipindahkan Dengan Cara Apapun
- Inilah Cara Lucu Deteksi Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG
- Astaghfirullah, Inilah 26 Dosa Istri Terhadap Suami, Nomor 17 Sering Di Lakukan
- Mengaku Dirinya Adalah Tuhan
Kiamat Dunia Karena Hujan Komet
Sahabat anehdidunia.com tidak ada seorang manusia pun yang bisa
memprediksi terjadinya kiamat di muka bumi, namun permulaan dari
kehancuran bumi sudah berhasil diprediksi oleh ilmuwan. Semua akan
berawal dari mendekatnya sebuah bintang ke bumi. Ya, menurut Dr Coryn
Bailer-Jones dari Institut Max Planck di Jerman, terdapat kemungkinan
hingga 90 persen sebuah bintang bernama Hip 85605 akan berada di posisi
terdekat dengan tata surya kita. Hal itulah yang akan memicu
terjadinya kiamat di bumi.
Hip 85605 diperhitungkan akan melintas di sekitar planet Neptunus.
Meskipun bintang tersebut berukuran lebih kecil dari matahari, tetapi
gaya dorongnya mampu melontarkan triliunan komet yang ada di sekitar
planet Neptunus. “Bintang yang akan melintas mendekati matahari kita
dapat merusak kestabilan ‘awan Oort’ (lokasi berkumpulnya komet di luar
orbit Neptunus) dan melontarkan komet-komet ke bagian dalam tata
surya. Peluang hujan komet itu bertabrakan dengan bumi pun sangat
besar,” ujar Dr Bailer-Jones di laporannya, Daily Mail (18/12/2014).
Walaupun terdapat kemungkinan kesalahan perhitungan tentang lintasan
bintang Hip 85605, ternyata masih ada ancaman lain dari bintang kerdil
‘GL 710′ yang juga mempunyai peluang 90 persen mendekati tata surya.
Apabila salah satu dari bintang tersebut mendekati tata surya kita,
jumlah rata-rata komet yang melintas di dekat bumi bisa meningkat pesat
menjadi ratusan dalam sekejap. Ini tentu meningkatkan resiko tabrakan
yang berujung pada berakhirnya kehidupan umat manusia.
Namun jangan terburu-buru khawatir dulu, sebab bintang Hip 85605
diperkirakan baru mendekati bumi dalam kurun waktu 240.000-470.000
tahun lagi. Sementara GL 710 baru akan sampai di dekat Neptunus 1,3
juta tahun lagi. Pertanyaannya, apakah manusia masih sanggup bertahan
hidup saat kedua bintang itu mendekati bumi?
Gerhana Bulan Darah
Sahabat anehdidunia.com sebuah kejadian antariksa langka akan segera
terlihat dari bumi, yakni gerhana bulan darah atau Blood Moon.
Menariknya, gerhana bulan itu muncul saat hari Paskah, sesuai dengan
prediksi Alkitab. Dikutip dari Daily Mail (01/04), di Alkitab versi Raja
James (Yoel 2:31), tertulis “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita
dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan
dahsyat itu”. Nah, beranjak dari hal itu lah seorang Pastur dari
Amerika, John Hagee, menyatakan bila hal besar akan terjadi pada umat
manusia.
Berdasarkan buku berjudul ‘Four Blood Moons’ karya Hagee, gerhana bulan
berdarah yang akan terjadi pada hari Paskah nanti adalah tanda kejadian
besar terjadi di Timur Tengah yang berhubungan dengan Israel. “Aku
percaya kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah
yang menyangkut Israel. Dan hal itu akan berdampak besar bagi seluruh
dunia,” ujar Pastur Amerika itu. Entah kebetulan atau tidak, gerhana
bulan darah yang akan terjadi di hari Minggu nanti adalah gerhana bulan
darah ketiga dalam rentetan empat gerhana bulan darah (tetrad blood
moons) dalam kurun waktu tua tahun ini. Oleh sebab itu, banyak pihak
yang percaya bila gerhana tersebut sarat akan nuansa religius.
Sebelumnya, gerhana bulan darah pertama dan kedua sudah terjadi di tahun
2014. Dan setelah gerhana bulan darah ketiga di malam Paskah nanti,
akan ada gerhana bulan darah lagi yang diprediksi terjadi tanggal 28
September 2015. Menanggapi kemunculan empat gerhana bulan darah dalam
dua tahun secara beruntun, Pastur Hagee berpendapat bila ini adalah tanda akhir zaman.
“Alkitab menyatakan ‘bila kita melihat tanda-tanda itu’, dan empat
gerhana bulan darah adalah pertanda yang jelas dari akhir era ini,” ujar
Hagee.
Di sisi lain, badan antariksa NASA mengatakan bila gerhana bulan darah
Paskah adalah sesuatu yang alami dan tidak berbahaya atau berdampak
besar bagi manusia. “Saat gerhana terjadi, bulan sering terlihat
berwarna kemerah-merahan karena sinar matahari yang menimpanya melewati
atmosfer bumi. Ketika itu, spektrum warna biru di cahaya matahari
tersaring, sehingga yang tersisa hanya warna merah saja. Namun, fenomena
ini tidak berbahaya bagi manusia,” ungkap NASA. Menurut Space.com,
gerhana bulan darah ini akan terjadi tanggal 4 April mendatang dan bisa
dilihat di Amerika Utara, Asia, dan Australia. Di kawasan Asia Tengara
sendiri, gerhana bulan darah akan terjadi pada pukul 18.45 WIB selama
kurang lebih 12 menit.
Ombak Darah Di Pantai Selatan China
Aneh tapi nyata, kejadian aneh ini munculnya di Kota Shenzhen, Provinsi
Guangzhou, sebelah selatan China. Warga dan pengunjung pantai Shenzhen
kaget karena Selasa (25/11/2014) pagi, muncul ombak warna merah darah
seperti dilansir stasiun televisi CCTV News. Awalnya warga menduga ada
ikan yang dimangsa hiu. Tapi dugaan ini mentah, karena sama sekali tidak
ada bau amis darah. Sebagian bahkan menyinggung soal ramalan dalam
Injil, yang menandakan kiamat akan tiba ketika laut berwarna merah.
Setelah Dinas Kelautan setempat memeriksa, rupanya ombak warna darah itu
disebabkan oleh membiaknya populasi ganggang merah. Tumbuhan laut itu
punya nama latin noctiluca scintillans. Kepala Dinas Kelautan Shenzhen
Zhou Kai menyatakan ganggang ini seharusnya tidak beracun. Namun air
laut yang diperiksa masih terus diperiksa. “Jadi kami menyarankan warga
dan wisatawan tidak bersinggungan dengan air laut terlebih dulu,” kata
Kai. Pemerintah setempat menilai fenomena ini jarang, tapi sangat
mungkin terjadi. Kai menilai tidak perlu mengaitkan ombak warna darah
dengan takhayul macam-macam. “Populasi ganggang itu disebabkan perubahan
metereologis dan hidrologis di kawasan sekitar,” ujarnya.
Suara Sangkakala Misteri Suara Dari Langit
NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat mengaku punya jawaban atas
fenomena suara-suara dari langit yang banyak didengar orang di seluruh
dunia sejak 2011. Menurut lembaga ilmiah ini, suara yang muncul dari
langit itu berada dalam frekuensi infrasonik. Dalam situasi normal,
manusia tidak bisa mendengarnya. Sumber bebunyian tersebut dari gesekan
lempeng bumi maupun medan magnetik di atmosfer, termasuk ketika muncul
aurora di dekat kutub. Suara-suara itu sebetulnya terus ‘dinyanyikan’
oleh Planet Bumi setiap saat.
“Seandainya manusia punya antena, alih-alih kuping, maka mereka bisa
mendengar gelombang radio bumi itu,” tulis pernyataan pers NASA seperti
dilansir WND.com, Selasa (26/5). Dalam kesempatan terpisah, Geolog David
Deming dari Universitas Oklahoma, Amerika Serikat, menyatakan fenomena
munculnya suara-suara dari langit itu nyata. Dia masih belum bisa
menentukan penjelasan paling sahih, tapi dari catatannya warga di
pelbagai belahan dunia rutin mendengar suara infrasonik tersebut.
“Kira-kira 2 hingga 10 persen penduduk bumi mendengar nyanyian bumi
ini,” tuturnya.
Ilmuwan sejak lama sudah mencatat fenomena bumi bernyanyi. Ada teori
bila suara langit makin sering terdengar, artinya ada gerakan aktif di
inti bumi. Potensi kegiatan vulkanik maupun tektonik semakin besar. Di
blog maupun forum diskusi online, muncul beberapa teori. Di antaranya
suara hasil penggalian bawah tanah, tekanan pipa gas, hingga gempa bumi.
Aaron Taylor, warga Kota Montana, AS, ikut mengunggah rekaman
pengalamannya mendengar suara langit pada 18 Februari 2012. Dia mengaku
terkejut karena suara yang dia dengar mirip cerita Kitab Injil tentang
terompet Sangkakala, penanda akhir zaman. Deskripsi kiamat melibatkan
alunan terompet dari langit juga diimani umat Muslim dan Yahudi.
“Walau kita berusaha mencari jawaban logis (suara-suara itu), gagasan
bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila
suara ini termasuk nubuat tersebut,” kata Taylor. Sebelumnya
diberitakan, manusia di pelbagai belahan dunia ramai-ramai mengunggah
video pengalaman mereka mendengar suara aneh dari langit. Video paling
lama dalam catatan Youtube diunggah pada 2011 dari Kota Homel,
Belarusia.
Tanda tanda hari kiamat bumi diatas memang sangat menakutkan kita. Yang
baru baru ini adalah suara misterius dari langit yang dikatakan sebagai
suara terompet sangkakala dikait kaitkan dengan munculnya tanda hari
kiamat. Sahabat anehdidunia.com bagaimanapun prediksi tentang hari
kiamat bumi, Persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menghadapi kiamat
karena itu pasti akan terjadi. Jadilah orang yang beriman dan bertakwa
dan menyayangi sesama sebelum semua terlambat.
Kiamat adalah hari terakhir kehidupan di bumi digambarkan
sebagai musnahnya kehidupan alam dan bumi membunuh semua mahluk di
dalamnya tanpa terkecuali. kejadian yang sungguh menakutkan kita.
Sahabat anehdidunia.com mungkin anda pernah mendengar kalendar yang
dibuat oleh suku maya yang memperediksi kiamat datang pada tahun 2012.
Namun semua itu salah. Selain suku maya, sejumlah teks kitab suci
menyebutkan sejumlah pertanda kapan kiamat akan terjadi. Sebagian orang
yang meyakini kitab suci hanya bisa mengimani kabar dari wahyu Tuhan
yang diturunkan kepada nabi itu. Sejumlah ilmuwan selama ini berusaha
memprediksi kapan kiamat akan terjadi. Beberapa aliran kepercayaan dari
sejumlah kelompok manusia di berbagai belahan dunia juga memprediksi
kapan kiamat akan datang. Berikut Tanda Hari Kiamat Bumi selain suara terompet sangkakala yang terekam kamera.
Kiamat Dunia Karena Hujan Komet
Sahabat anehdidunia.com tidak ada seorang manusia pun yang bisa
memprediksi terjadinya kiamat di muka bumi, namun permulaan dari
kehancuran bumi sudah berhasil diprediksi oleh ilmuwan. Semua akan
berawal dari mendekatnya sebuah bintang ke bumi. Ya, menurut Dr Coryn
Bailer-Jones dari Institut Max Planck di Jerman, terdapat kemungkinan
hingga 90 persen sebuah bintang bernama Hip 85605 akan berada di posisi
terdekat dengan tata surya kita. Hal itulah yang akan memicu
terjadinya kiamat di bumi.
Hip 85605 diperhitungkan akan melintas di sekitar planet Neptunus.
Meskipun bintang tersebut berukuran lebih kecil dari matahari, tetapi
gaya dorongnya mampu melontarkan triliunan komet yang ada di sekitar
planet Neptunus. “Bintang yang akan melintas mendekati matahari kita
dapat merusak kestabilan ‘awan Oort’ (lokasi berkumpulnya komet di luar
orbit Neptunus) dan melontarkan komet-komet ke bagian dalam tata
surya. Peluang hujan komet itu bertabrakan dengan bumi pun sangat
besar,” ujar Dr Bailer-Jones di laporannya, Daily Mail (18/12/2014).
Walaupun terdapat kemungkinan kesalahan perhitungan tentang lintasan
bintang Hip 85605, ternyata masih ada ancaman lain dari bintang kerdil
‘GL 710′ yang juga mempunyai peluang 90 persen mendekati tata surya.
Apabila salah satu dari bintang tersebut mendekati tata surya kita,
jumlah rata-rata komet yang melintas di dekat bumi bisa meningkat pesat
menjadi ratusan dalam sekejap. Ini tentu meningkatkan resiko tabrakan
yang berujung pada berakhirnya kehidupan umat manusia.
Namun jangan terburu-buru khawatir dulu, sebab bintang Hip 85605
diperkirakan baru mendekati bumi dalam kurun waktu 240.000-470.000
tahun lagi. Sementara GL 710 baru akan sampai di dekat Neptunus 1,3
juta tahun lagi. Pertanyaannya, apakah manusia masih sanggup bertahan
hidup saat kedua bintang itu mendekati bumi?
Gerhana Bulan Darah
Sahabat anehdidunia.com sebuah kejadian antariksa langka akan segera
terlihat dari bumi, yakni gerhana bulan darah atau Blood Moon.
Menariknya, gerhana bulan itu muncul saat hari Paskah, sesuai dengan
prediksi Alkitab. Dikutip dari Daily Mail (01/04), di Alkitab versi Raja
James (Yoel 2:31), tertulis “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita
dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan
dahsyat itu”. Nah, beranjak dari hal itu lah seorang Pastur dari
Amerika, John Hagee, menyatakan bila hal besar akan terjadi pada umat
manusia.
Berdasarkan buku berjudul ‘Four Blood Moons’ karya Hagee, gerhana bulan
berdarah yang akan terjadi pada hari Paskah nanti adalah tanda kejadian
besar terjadi di Timur Tengah yang berhubungan dengan Israel. “Aku
percaya kita akan melihat sesuatu yang dramatis terjadi di Timur Tengah
yang menyangkut Israel. Dan hal itu akan berdampak besar bagi seluruh
dunia,” ujar Pastur Amerika itu. Entah kebetulan atau tidak, gerhana
bulan darah yang akan terjadi di hari Minggu nanti adalah gerhana bulan
darah ketiga dalam rentetan empat gerhana bulan darah (tetrad blood
moons) dalam kurun waktu tua tahun ini. Oleh sebab itu, banyak pihak
yang percaya bila gerhana tersebut sarat akan nuansa religius.
Sebelumnya, gerhana bulan darah pertama dan kedua sudah terjadi di tahun
2014. Dan setelah gerhana bulan darah ketiga di malam Paskah nanti,
akan ada gerhana bulan darah lagi yang diprediksi terjadi tanggal 28
September 2015. Menanggapi kemunculan empat gerhana bulan darah dalam
dua tahun secara beruntun, Pastur Hagee berpendapat bila ini adalah tanda akhir zaman.
“Alkitab menyatakan ‘bila kita melihat tanda-tanda itu’, dan empat
gerhana bulan darah adalah pertanda yang jelas dari akhir era ini,” ujar
Hagee.
Di sisi lain, badan antariksa NASA mengatakan bila gerhana bulan darah
Paskah adalah sesuatu yang alami dan tidak berbahaya atau berdampak
besar bagi manusia. “Saat gerhana terjadi, bulan sering terlihat
berwarna kemerah-merahan karena sinar matahari yang menimpanya melewati
atmosfer bumi. Ketika itu, spektrum warna biru di cahaya matahari
tersaring, sehingga yang tersisa hanya warna merah saja. Namun, fenomena
ini tidak berbahaya bagi manusia,” ungkap NASA. Menurut Space.com,
gerhana bulan darah ini akan terjadi tanggal 4 April mendatang dan bisa
dilihat di Amerika Utara, Asia, dan Australia. Di kawasan Asia Tengara
sendiri, gerhana bulan darah akan terjadi pada pukul 18.45 WIB selama
kurang lebih 12 menit.
Ombak Darah Di Pantai Selatan China
Aneh tapi nyata, kejadian aneh ini munculnya di Kota Shenzhen, Provinsi
Guangzhou, sebelah selatan China. Warga dan pengunjung pantai Shenzhen
kaget karena Selasa (25/11/2014) pagi, muncul ombak warna merah darah
seperti dilansir stasiun televisi CCTV News. Awalnya warga menduga ada
ikan yang dimangsa hiu. Tapi dugaan ini mentah, karena sama sekali tidak
ada bau amis darah. Sebagian bahkan menyinggung soal ramalan dalam
Injil, yang menandakan kiamat akan tiba ketika laut berwarna merah.
Setelah Dinas Kelautan setempat memeriksa, rupanya ombak warna darah itu
disebabkan oleh membiaknya populasi ganggang merah. Tumbuhan laut itu
punya nama latin noctiluca scintillans. Kepala Dinas Kelautan Shenzhen
Zhou Kai menyatakan ganggang ini seharusnya tidak beracun. Namun air
laut yang diperiksa masih terus diperiksa. “Jadi kami menyarankan warga
dan wisatawan tidak bersinggungan dengan air laut terlebih dulu,” kata
Kai. Pemerintah setempat menilai fenomena ini jarang, tapi sangat
mungkin terjadi. Kai menilai tidak perlu mengaitkan ombak warna darah
dengan takhayul macam-macam. “Populasi ganggang itu disebabkan perubahan
metereologis dan hidrologis di kawasan sekitar,” ujarnya.
Suara Sangkakala Misteri Suara Dari Langit
NASA atau Badan Antariksa Amerika Serikat mengaku punya jawaban atas
fenomena suara-suara dari langit yang banyak didengar orang di seluruh
dunia sejak 2011. Menurut lembaga ilmiah ini, suara yang muncul dari
langit itu berada dalam frekuensi infrasonik. Dalam situasi normal,
manusia tidak bisa mendengarnya. Sumber bebunyian tersebut dari gesekan
lempeng bumi maupun medan magnetik di atmosfer, termasuk ketika muncul
aurora di dekat kutub. Suara-suara itu sebetulnya terus ‘dinyanyikan’
oleh Planet Bumi setiap saat.
“Seandainya manusia punya antena, alih-alih kuping, maka mereka bisa
mendengar gelombang radio bumi itu,” tulis pernyataan pers NASA seperti
dilansir WND.com, Selasa (26/5). Dalam kesempatan terpisah, Geolog David
Deming dari Universitas Oklahoma, Amerika Serikat, menyatakan fenomena
munculnya suara-suara dari langit itu nyata. Dia masih belum bisa
menentukan penjelasan paling sahih, tapi dari catatannya warga di
pelbagai belahan dunia rutin mendengar suara infrasonik tersebut.
“Kira-kira 2 hingga 10 persen penduduk bumi mendengar nyanyian bumi
ini,” tuturnya.
Ilmuwan sejak lama sudah mencatat fenomena bumi bernyanyi. Ada teori
bila suara langit makin sering terdengar, artinya ada gerakan aktif di
inti bumi. Potensi kegiatan vulkanik maupun tektonik semakin besar. Di
blog maupun forum diskusi online, muncul beberapa teori. Di antaranya
suara hasil penggalian bawah tanah, tekanan pipa gas, hingga gempa bumi.
Aaron Taylor, warga Kota Montana, AS, ikut mengunggah rekaman
pengalamannya mendengar suara langit pada 18 Februari 2012. Dia mengaku
terkejut karena suara yang dia dengar mirip cerita Kitab Injil tentang
terompet Sangkakala, penanda akhir zaman. Deskripsi kiamat melibatkan
alunan terompet dari langit juga diimani umat Muslim dan Yahudi.
“Walau kita berusaha mencari jawaban logis (suara-suara itu), gagasan
bahwa ini tanda akhir zaman bermunculan di kepala saya. Bagaimana bila
suara ini termasuk nubuat tersebut,” kata Taylor. Sebelumnya
diberitakan, manusia di pelbagai belahan dunia ramai-ramai mengunggah
video pengalaman mereka mendengar suara aneh dari langit. Video paling
lama dalam catatan Youtube diunggah pada 2011 dari Kota Homel,
Belarusia.
Tanda tanda hari kiamat bumi diatas memang sangat menakutkan kita. Yang
baru baru ini adalah suara misterius dari langit yang dikatakan sebagai
suara terompet sangkakala dikait kaitkan dengan munculnya tanda hari
kiamat. Sahabat anehdidunia.com bagaimanapun prediksi tentang hari
kiamat bumi, Persiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menghadapi kiamat
karena itu pasti akan terjadi. Jadilah orang yang beriman dan bertakwa
dan menyayangi sesama sebelum semua terlambat.
loading...


